Akhirnya, SK Pengangkatan Tenaga Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Di Distribusi.

upload

Tenaga Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Indonesia dimulai sejak tahun 1992. Untuk meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, pemerintah berusaha menempatkan tenaga pegawai tidak tetap (PTT) seperti dokter umum, dokter gigi dan bidan di seluruh penjuru tanah air. Prioritas diberikan kepada desa Terpencil dan Sangat Terpencil, khususnya di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) serta daerah bermasalah kesehatan (DBK) di luar pulau jawa dan bali seperti di Provinsi Sulawesi Tengah.

Di Sulawesi Tengah PTT, khususnya bidan, diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang saat ini masih diwarnai oleh masalah-masalah kesehatan klasik, seperti masih tingginya angka kematian ibu dan bayi yang telah menjadi masalah besar baik secara nasional maupun di tingkat provinsi sampai desa. Untu itu, sesuai penetapan dari Kementerian Kesehatan RI, mendapat tenaga Bidan sebanyak 342 orang tenaga, yang akan ditugaskan pada 11 Kabupaten penerima formasi yaitu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali, Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Tojo Una una, Kabupaten Banggai, Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut dan Kabupaten Toli toli. Kabupaten terbanyak mendapatkan tenaga yaitu pada Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 75 orang tenaga dan yang paling sedikit ada pada Kabupaten Toli toli dengan hanya 1 orang tenaga.

Selanjutnya, guna mempercepat distribusi tenaga tersebut ke Kabupaten maka dilaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatannya pada Senin, 18 Juli 2016 di Palu. Kegiatan penyerahan SK Pengangkatan ini berlangsung di Auditorium UPT Pendidikan Pelatihan Tenaga Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, pada kesempatan tersebut, sejumlah 341 tenaga tenaga Bidan PTT hadir dan 1 orang tenaga atas nama Irawati, A.Md.Keb, meninggal dunia 3 hari sebelum acara penyerahan SK karena sakit. 

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, dalam sambutannya dr. Anshayari Arsyad, M.Kes menekankan pada percepatan pencapaian meningkatkan kesehatan ibu, menggerakkan upaya-upaya yang inovatif efektif dan efisien serta meningkatkan komitmen daerah maupun tenaga kesehatan khususnya bagi tenaga bidan, serta seluruh pemangku kepentingan yang ada di kabupaten/kota se Provinsi Sulawesi Tengah agar ikut bersama-sama berupaya dalam mempercepat penurunan aki dan bayi baru lahir. Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah telah mempersiapkan rencana aksi sebagai upaya akselerasi penurunan angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi di Propinsi Sulawesi Tengah melalui Gerakan Serentak Penurunan Angka Kematian Ibu Dan Anak Menuju Sulawesi Tengah Angka Kematian Ibu Nol yang selanjutnya disingkat GERTAK PENKINA menuju SULTENG AKINO. Kemudian, dr. Anshayari Arsyad, M.Kes berpesan kepada para tenaga bidan PTT yang akan menerima SK Pengangkatan sebagai PTT, bahwa momentum ini merupakan langkah awal kontribusi anda dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Sulawesi Tengah.

No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>