Image default
Berita

INVESTIGASI KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) SUSPEK DIFTERI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAKEA KEC.LAKEA KABUPATEN BUOL

Pada hari rabu tanggal 04 september 2019 Tim TGC Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan tugas ke Kabupaten Buol dalam rangka PE KLB suspek Difteri. Kamis tanggal 05 September 2019 di kabupaten Buol Tim TGC Provinsi melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buol untuk memberikan Anti Difteri Serum (ADS) dan obat-obatan Profilaksis sesuai dengan daftar permintaan kebutuhan logistik suspek difteri Dinas Kesehatan Kabupaten Buol serta melakukan wawancara ke medis dan paramedis terkait dengan tatalaksana sukpek difteri dan pengambilan Specimen swab ke penderita. Pengambilan specimen Swab dilakukan oleh petugas Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.

Tim TGC Provinsi bersama Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Buol ke Puskesmas Lakea dengan tujuan untuk mendapatkan informasi cakupan imunisasi rutin difteri pada periode Tahun 2010 untuk memperkirakan kelompok rentan berdasarkan geografi, kelompok umur dan jenis kelamin. Setelah itu Tim mengunjungi ke lokasi Kasus Suspek Difteri di Desa Lakea 1 dalam rangka menentukan luas wilayah terjangkit melalui mobilisasi kasus saspek difteri dan untuk mengidentifikasi kontak erat kasus suspek difteri dengan metode wawancara ke Kontak erat Kasus yaitu kakek kasus karna orang tua kandung tidak bersama dengan kasus.
Berdasarkan Hasil PE KLB Suspek Difteri di Desa Lakea 1 Wilayah Kerja Puskesmas Lakea Kec. Lakea Kab. Buol dapat diperoleh data tentang faktor risiko kemungkinan penyebab KLB suspek Difteri antar lain :
-Telah terjadi KLB Suspek Difteri di Desa Lakea Kec. Lakea Kab. Buol dengan dilaporkan 1 (satu) kasus Suspek Difteri An. Muh Taufan perempuan usia 9 tahun dengan status imunisasi tidak lengkap.
-Anak Muh Taufan telah di asuh oleh kakek dan neneknya sejak bayi sehingga tidak perna di lakukan imunisasi atau dibawa ke tempat layanan kesehatan.
-Anak Muh Taufan kegiatan sehari-hari nya setelah Pulang sekolah yaitu berjualan ikan keliling desa Lakea hal ini yang menyebabkan faktor resiko terpapar bakteri difteri saat berjumpa dengan pembeli ikan yang kemungkinan karier difteri dengan mudahnya masuk ke anak muh taufan dengan riwayat tidak perna imunisasi dasar.
-Kurang Aktifnya Petugas Surveilans dan Imunisasi di Puskesmas Lakea.
-Kurangnya SDM Petugas Surveilans dan Imunisasi di Puskesmas Lakea.
-Tidak ada kartu kontrol/matriks untuk mencatat suhu penyimpanan vaksin (cold chain) setiap hari di Puskesmas Lakea.
-Data cakupan imunisasi di puskesmas Lakea tidak tersarsip dengan baik dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir karena adanya pergantian pengelola program Imunisasi.

Related posts

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Puji Fasilitas UPT Laboratorium Kesehatan milik Pemerintah Daerah

admin

Masyarakat Sulteng Miliki Jaminan Kesehatan Diatas Rata-rata Nasional

admin

Status Gizi Indonesia Alami Perbaikan

admin

Leave a Comment