Image default
Berita

PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI (PE) KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) TETANUS NEONATORUM WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOMUNU KEC.LAMADONG II KABUPATEN BUOL

Sehubungan dengan laporan dari petugas surveilans Kabupaten Buol pada tanggal 20 September 2019 pukul 14.30 wita, bahwa ada satu kasus Kematian Bayi Umur 9 Hari dengan Diagnosa Medis Tetanus Neonatorum Bayi Ny Suhartini, Jenis Kelamin Laki-laki meninggal di RSUD Kabupaten Buol setelah di rawat di ruang anak selama 3 hari dengan dengan gejala panas, kejang-kejang, mulut sukar di buka serta sesak nafas di sertai bunyi.

Berdasarkan laporan tersebut diatas yang diterimah oleh Tim TGC Propinsi Sulawesi Tengah dari petugas/pengelola Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Maka Tim TGC Provinsi langsung mengkoordinasi kepada Pimpinan serta melibatkan petugas terkait yaitu Petugas Imunisasi dan Petugas Kesehatan Keluarga dan Gizi, dalam hal persiapan Penanggulangan KLB Tetanus Neonatorum di Kabupaten Buol.

Untuk mengetahui kebenaran laporan tersebut, Maka Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah, Melalui Tim TGC Provinsi melaksanakan invetigasi bersama dalam rangka Penyelidikan Epidemilogi (PE) Kejadian Luar Biasa (KLB) Tetanus Neonatorum di Desa Lamadong II Wilaya Kerja PKM Momunu Kabupaten Buol pada tanggal 20 September 2019.

Berdasarkan Hasil PE KLB Tetanus Neonatorum di Desa Lamadong II Wilayah Kerja Puskesmas Momunu Kec. Momunu Kab. Buol dapat diperoleh data tentang faktor risiko kemungkinan penyebab KLB Tetanus Neonatorum antar lain :

  • Telah terjadi KLB Tetanus Neonatorum di Desa Lamadong II Kec.Momunu Kab. Buol dengan dilaporkan 1 (satu) kasus Kematian Tetanus Neonatorum By.Ny Suhartini usia 9 Hari dengan status tidak Imunisasi T2 WUS dan imunisasi TT Bumil tidak lengkap.
  • Ny Suhartini di rawat oleh kakek dan neneknya selama dirumah setelah dilahirkan dalam perawatan tersebut kake nya menaru garam dan minyak kampung pada pusat By.Ny Suhartini dengan pemahaman bahwa hal tersebut merupakan adat istiadat keluarga mereka yang sudah dilakukan secara turun temurun.
  • Akibat perawatan tali pusat yang tidak tepat yaitu dengan menambahkan garam dan minyak kampung pada tali pusat bayi serta tidak lengakapnya Imunisasi TT Hamil dan tidak dilakukan Imunisasi T2 WUS pada ny suhartini, Personal Higiene dan lingkungan yang buruk merupakan penyebab faktor resiko terpapar bakteri Tetanus.
  • Kurang Aktifnya Petugas Promkes dan Bidan Koordinator di Puskesmas Momunu dalam melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) pada masyarakat di Kecamatan Momunu.

 Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Yang Telah Dilakukan

Adapun upaya pencegahan dan penanggulangan yang telah dilakukan oleh Tim TGC Provinsi Sulteng, dan Dinas Kesehtan Kabupaten Buol serta Puskesmas Momunu secara terintegrasi antara lain :

  • PE dilakukan di Desa Lamadong II Kec.Momunu, mencari Penyebab faktor resiko terpapar bakteri Tetanus.
  • Melakukan KIE pada masyarakat Kec.Momunu dalam peningkatan pengetahuan tentang pentingnya PHBS serta lingkungan yang bersih guna mencegah adanya bakteri Tetanus.
  • Melakukan KIE pada Ibu ibu Hamil se Kecamatan Momunu bertujuan agar masyarakat membantu dalam menemukan dan melaporkan kesakitan dan kematian bayi umur ≤ 28 hari.
  • Melakukan KIE pada Ibu ibu Hamil se Kecamatan Momunu untuk pencegahan terjadinya kasus Tetanus Neonatorum dengan pemberian Imunisasi TT dan WUS dan Ibu Hamil
  • Melakukan KIE pada Bidan-bidan Desa, tenaga kesehatan lainnya dan Ibu-ibu Hamil se Kecamatan Momunu untuk peningkatan cakupan ANC dan Persalinan Nakes
  • Melaksanakan Kemitraan dengan dukun terlatih

Related posts

INVESTIGASI KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) SUSPEK DIFTERI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAKEA KEC.LAKEA KABUPATEN BUOL

Dinkes Sulteng

Evaluasi Implementasi Akreditasi Laboratorium Kesehatan

admin

Sosialisasi Penyakit Rabies Dan Anthraks Tingkat Kabupaten Poso

admin

Leave a Comment