Dinkes Sulteng Gelar Rapat Evaluasi CKG 2025 dan Perencanaan Strategis Tahun 2026

Palu, 28 Januari 2026 — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar rapat evaluasi pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan pembahasan perencanaan strategis pelaksanaan CKG Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring melalui Zoom Meeting, yang diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, para Kepala Bidang lingkup Dinas Kesehatan se-Sulawesi Tengah, Kepala Puskesmas se-Sulawesi Tengah, serta admin ASIK Puskesmas.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Syahriar, M.Kes. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa capaian pelaksanaan CKG Tahun 2025 masih memerlukan peningkatan melalui penguatan koordinasi dan perbaikan strategi pelaksanaan di semua tingkatan layanan kesehatan.

Berdasarkan data pelaksanaan CKG Tahun 2025, dari total jumlah penduduk Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 3.156.102 jiwa, tercatat 421.737 orang mendaftar, 392.178 orang hadir, dan 291.980 orang telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan. Secara nasional, capaian Provinsi Sulawesi Tengah berada pada angka 12,5 persen, masih di bawah target RPJMN sebesar 36 persen.

“Capaian ini menjadi bahan evaluasi bersama. Kita perlu memperbaiki strategi agar pelaksanaan CKG ke depan dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan berjalan lebih efektif,” ujar dr. Syahriar.

Hasil skrining CKG Tahun 2025 juga menunjukkan berbagai risiko kesehatan yang perlu mendapat perhatian, di antaranya 20 persen peserta terdeteksi hipertensi, 49 persen memiliki kadar gula darah tinggi, serta adanya temuan risiko penyakit menular dan tidak menular seperti tuberkulosis dan hepatitis B. Temuan tersebut menegaskan pentingnya deteksi dini sebagai dasar penguatan upaya promotif dan preventif.

Memasuki Tahun 2026, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan capaian CKG sebesar 46 persen. Untuk mendukung target tersebut, sejumlah strategi disiapkan, antara lain pembentukan tim lintas program, penguatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, integrasi layanan skrining di Puskesmas, serta peningkatan kualitas pelaporan dan pemanfaatan data hasil CKG.

Dalam rapat tersebut juga dibahas berbagai tantangan pelaksanaan CKG di kabupaten/kota, termasuk keterbatasan sumber daya, beban kerja petugas, serta perlunya penguatan sistem informasi kesehatan. Peserta rapat menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan dan umpan balik data secara rutin sebagai dasar pengambilan kebijakan dan perbaikan program.

Melalui rapat evaluasi dan perencanaan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah berharap pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis Tahun 2026 dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Penulis, Hamdi, SKM., M. Kes (PPID Pelaksana Dinkes Sulteng)