Dinas Kesehatan Sulteng Perkuat Pengelolaan Arsip untuk Menjaga Memori dan Akuntabilitas Lembaga

Palu — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat tata kelola kearsipan sebagai bagian dari komitmen menjaga akuntabilitas dan memori kelembagaan. Upaya ini diwujudkan melalui penataan arsip secara sistematis di ruang kearsipan, meliputi pengklasifikasian, pencatatan, penyimpanan, hingga pembenahan arsip.

Pengelolaan arsip dimulai dari proses pengklasifikasian dokumen sesuai jenis dan fungsi untuk memudahkan penelusuran informasi. Selanjutnya arsip diinput ke dalam sistem pencatatan guna memastikan data terdokumentasi secara akurat. Arsip kemudian disusun rapi ke dalam box penyimpanan sebelum dilakukan pembenahan akhir agar tertata aman dan siap digunakan kembali saat diperlukan.

Dalam wawancara yang dilakukan pada Rabu, 11 Februari 2026, Humas Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menjelaskan bahwa pengelolaan arsip yang baik merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang profesional.

“Arsip adalah memori lembaga. Penataan arsip yang tertib membantu menjaga kesinambungan informasi, mendukung pelayanan publik, serta menjadi bukti akuntabilitas organisasi,” ujar perwakilan Humas.

Selain menjaga keteraturan dokumen aktif dan inaktif, penataan ini juga bertujuan mengidentifikasi arsip yang memiliki nilai sejarah untuk dipersiapkan sebagai arsip statis. Arsip statis berperan penting dalam merekam perjalanan organisasi, termasuk dokumentasi pejabat dan kebijakan strategis yang pernah mewarnai pembangunan kesehatan daerah.

Pada kesempatan yang sama, Pengelola Kearsipan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Naning Liandi, S.A.P., menyampaikan bahwa proses penataan dilakukan secara bertahap dan mengikuti prinsip kearsipan yang sistematis.

“Kami memastikan setiap arsip diklasifikasikan dengan benar, dicatat, dan disimpan sesuai standar agar mudah ditelusuri serta tetap terjaga keamanannya. Arsip yang bernilai sejarah dipersiapkan untuk menjadi arsip statis sebagai bagian dari pelestarian memori kelembagaan,” jelasnya.

Melalui pengelolaan arsip yang tertib dan profesional, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah berupaya menghadirkan tata kelola informasi yang transparan dan mendukung pelayanan publik yang lebih optimal. Penataan arsip juga menjadi sarana edukasi bahwa arsip bukan sekadar dokumen penyimpanan, melainkan sumber informasi penting yang menjaga kesinambungan pelayanan dan pembangunan kesehatan di masa mendatang.

Hamdi