Palu, 2 April 2026 — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar rapat persiapan pelaksanaan program “GEBYAR CEGAT” (Gerakan Berani Cek Kesehatan Gratis Terpadu) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah. Rapat berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan dihadiri oleh jajaran pejabat struktural serta tim lintas program.
Kegiatan ini melibatkan Sekretaris Dinas Kesehatan, para Kepala Bidang, Kepala UPT Labkesda, para Kepala Seksi, serta tim pelaksana dari berbagai program seperti pelayanan kesehatan primer, PTM, farmasi, promosi kesehatan, kesehatan keluarga, hingga laboratorium kesehatan daerah.
Dalam arahannya, disampaikan bahwa program GEBYAR CEGAT merupakan inovasi strategis yang mengedepankan gerakan massal deteksi dini penyakit melalui pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
“GEBYAR” dimaknai sebagai gerakan serentak yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, sementara “CEGAH” mencerminkan upaya mencegat penyakit sejak dini sebelum berkembang menjadi lebih serius.
Dorong Deteksi Dini dan Perluasan Akses Layanan Gratis
Program ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan deteksi dini penyakit, khususnya penyakit tidak menular
- Memperluas akses layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat
- Mendukung program nasional Cek Kesehatan Gratis dari Kementerian Kesehatan RI
- Memperkuat implementasi program “Berani Sehat” di Sulawesi Tengah
Sasar Masyarakat Luas Hingga Wilayah Terpencil
Pelaksanaan GEBYAR CEGAT dirancang secara terpadu melalui berbagai bentuk kegiatan, antara lain:
- Skrining kesehatan massal di fasilitas pelayanan kesehatan
- Pelayanan kesehatan di ruang publik seperti kantor pemerintahan, sekolah, pasar, dan tempat ibadah
- Layanan mobile health untuk menjangkau wilayah terpencil
- Edukasi pencegahan penyakit melalui kampanye hidup sehat, gizi, dan aktivitas fisik
Program ini mengusung tagline:
“Cegah Penyakit, Sulawesi Tengah Sehat” dengan slogan publik “Cek Kesehatan Gratis untuk Semua”.
Perkuat Kolaborasi dan Peran Lintas Sektor
Dalam rapat juga dibahas strategi optimalisasi pelaksanaan, antara lain:
- Pemanfaatan Posyandu ILP sebagai ujung tombak pelayanan CKG
- Penguatan regulasi melalui Surat Edaran, Instruksi Gubernur, dan SK Tim
- Kolaborasi dengan camat, desa, dan kelurahan untuk penggerakan masyarakat
- Optimalisasi peran puskesmas dan tenaga kesehatan dalam pelayanan dan pelaporan melalui aplikasi ASIK
- Sosialisasi masif melalui media, termasuk radio, media sosial, dan website resmi Dinkes
Monitoring Ketat dan Evaluasi Berkala
Untuk memastikan keberhasilan program, akan dilakukan:
- Monitoring mingguan oleh tim provinsi
- Evaluasi rutin oleh kabupaten/kota melalui pertemuan daring
- Berbagi praktik baik antar puskesmas serta penyelesaian kendala secara bersama
Identifikasi Kendala dan Solusi
Beberapa tantangan yang diidentifikasi dalam pelaksanaan program ini meliputi:
- Masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya CKG
- Belum meratanya komitmen tenaga kesehatan
- Keterbatasan logistik dan distribusi BMHP
- Kendala teknis pada sistem aplikasi pelaporan
Sebagai solusi, Dinas Kesehatan mendorong:
- Peningkatan sosialisasi dan advokasi lintas sektor
- Penguatan komitmen pimpinan fasilitas kesehatan
- Penyediaan buffer stock logistik di daerah
- Pencatatan manual sebagai alternatif saat sistem mengalami gangguan
Melalui rapat persiapan ini, diharapkan seluruh tim memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam menyukseskan pelaksanaan GEBYAR CEGAT, sebagai langkah nyata meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Sulawesi Tengah secara menyeluruh.
Humas Dinkes Prov






