Gebyar Cegat Diperkuat, Dinkes Sulteng Dorong Percepatan CKG Lewat Rakor Lintas Sektor

Palu – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong percepatan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui penguatan koordinasi lintas sektor dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan Gebyar Cegat yang digelar di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis (9/4/2026).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, dan dihadiri oleh unsur pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah terkait, serta jajaran fasilitas pelayanan kesehatan, baik secara luring maupun daring.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dalam mengonsolidasikan dukungan lintas sektor guna mempercepat capaian program CKG di seluruh wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dalam paparannya menegaskan bahwa capaian program CKG saat ini masih perlu didorong secara signifikan. Pada tahun 2025, capaian Sulawesi Tengah baru mencapai 12,5 persen atau berada pada peringkat 27 dari 38 provinsi secara nasional.

Sementara itu, pada tahun 2026, target nasional ditetapkan sebesar 46 persen, dan Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan target yang lebih tinggi, yakni 54 persen. Namun hingga Maret 2026, capaian baru berada pada angka 3,89 persen, masih jauh dari target kumulatif sebesar 13,5 persen.

Kondisi ini menjadi perhatian serius dan membutuhkan langkah percepatan melalui gerakan bersama lintas sektor, salah satunya melalui Gebyar Cegat,” demikian disampaikan dalam pemaparan Dinas Kesehatan.

Gebyar Cegat merupakan gerakan massal yang mengedepankan deteksi dini penyakit melalui pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan secara serentak dan terintegrasi di seluruh kabupaten/kota.

Program ini direncanakan akan dicanangkan pada peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Tengah, 13 April 2026, dengan melibatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, klinik, serta berbagai lokasi publik seperti kantor pemerintahan, sekolah, pasar, dan tempat ibadah.

Sebagai bagian dari rangkaian pencanangan, kegiatan akan ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Gubernur Sulawesi Tengah, serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan langsung di lokasi kegiatan.

Diperkirakan, jumlah sasaran pada hari pencanangan mencapai sekitar ±7.600 jiwa, sebagai langkah awal menuju pencapaian target yang lebih luas di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam upaya optimalisasi pelaksanaan program, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah juga menekankan pentingnya peran aktif lintas sektor, di antaranya Bappeda dalam perencanaan dan penganggaran, Dinas Pendidikan dalam pelaksanaan CKG di sekolah, Dukcapil dalam sinkronisasi data kependudukan, serta dukungan pemerintah desa dan Tim Penggerak PKK dalam mobilisasi partisipasi masyarakat.

Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan klinik diharapkan menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan layanan, yang didukung dengan ketersediaan bahan medis habis pakai serta penguatan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Melalui Rakor ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah berharap terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan Gebyar Cegat sebagai gerakan kolektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.

Gebyar Cegat diharapkan menjadi momentum percepatan transformasi layanan kesehatan yang lebih promotif dan preventif, menuju Sulawesi Tengah yang lebih sehat dan berdaya.

Humas Dinkes Sulteng