Pemeriksaan Gratis ASN oleh Labkesda Provinsi Sulteng: Wujud Nyata Dukungan Program “Berani Sehat” Menuju Sulteng Nambaso

“Kami ingin memastikan bahwa ASN sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik juga mendapatkan perhatian kesehatan yang memadai. Pemeriksaan ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi bagian dari gerakan perubahan menuju ASN yang sehat, bugar, dan siap membangun Sulteng yang lebih maju.” — dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah “Melalui kegiatan ini, tim kami akan langsung mendatangi kantor-kantor tempat Bapak/Ibu ASN bekerja untuk memberikan layanan pemeriksaan dan skrining kesehatan. Kami sangat berharap partisipasi aktif dari seluruh ASN agar kita bisa bersama-sama menjaga kesehatan dan mendeteksi risiko penyakit sejak dini.” — dr. Rysqa Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

Read article
Forum Koordinasi Berani Sehat: Komitmen Sulawesi Tengah untuk Kesehatan Inklusif

Program Berani Sehat memungkinkan layanan kesehatan gratis hanya dengan KTP, tanpa memandang status kepesertaan atau tunggakan BPJS. Hingga 30 Juli 2025, tercatat 78.944 jiwa telah terlayani melalui sistem SEHATI — bukti nyata komitmen Pemprov Sulteng menjamin akses kesehatan yang adil dan inklusif bagi seluruh masyarakat.” — Forum Koordinasi Berani Sehat, Palu – 1 Agustus 2025

Read article
Dinkes Sulteng Hadiri Harmonisasi Rancangan Pergub Penurunan AKI, AKB, dan Stunting

“Rancangan Pergub ini bukan sekadar pelengkap regulasi, melainkan panduan teknis yang sangat strategis dalam menekan angka kematian ibu, bayi, dan prevalensi stunting di daerah.” — Amsal, S.Ag., SKM – Plt. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah “Dengan adanya harmonisasi ini, kita memastikan bahwa Pergub yang dihasilkan tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga relevan dan aplikatif untuk mendukung kebijakan kesehatan di lapangan.” — Perwakilan Biro Hukum Setda Provinsi Sulawesi Tengah “Harmonisasi adalah ruang untuk menyempurnakan naskah hukum agar tepat sasaran, memiliki kepastian hukum, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang berkualitas.” — Pejabat Kanwil Kemenkumham Provinsi Sulawesi Tengah

Read article
Tingkatkan Tata Kelola, Dinkes Sulteng Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan Daerah

“Pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel bukan hanya kewajiban administratif, tetapi bentuk tanggung jawab moral kita dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas.” — Wayan Apriani, SKM., M.Epid., Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng “APIP hadir bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan bahwa proses pengelolaan anggaran berjalan sesuai aturan, efisien, dan tepat sasaran.” — Suud, SE., MM, Inspektorat Provinsi Sulawesi Tengah “Setiap pejabat pengelola keuangan memiliki peran strategis. Memahami batas kewenangan dan tanggung jawab adalah kunci dalam menghindari kesalahan pengelolaan.” — Irwan, SKM., SH., M.Kes., MH, Narasumber Bimtek “Melalui pemahaman yang baik terhadap sistem akuntansi pemerintahan, kita bisa memastikan setiap rupiah dari anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.” — Kepala Bagian Akuntansi, BPKAD Provinsi Sulteng “Kegiatan ini menjadi refleksi bersama bahwa penguatan kapasitas SDM di bidang keuangan adalah pondasi penting dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh.” — Hestiwati, SKM., M.Kes., Kabid Pelayanan Kesehatan

Read article
Turnamen “Tiba-Tiba Tenis” Antar Bidang Meriahkan HUT RI ke-80 di Dinkes Sulteng

Palu, 29 Juli 2025 – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah akan menggelar Lomba Tenis Lapangan Internal antar bidang bertajuk “Tiba-Tiba Tenis”. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarpegawai, meningkatkan semangat kerja, serta mendorong gaya hidup sehat dan bugar di lingkungan kerja. Ketua Panitia Pelaksana, Moh. Taufiq, menyampaikan bahwa turnamen akan berlangsung selama tujuh hari, mulai tanggal 10 hingga 17 Agustus 2025, bertempat di Lapangan Tenis Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Kartini No. 11 Palu. Pertandingan akan dimulai setiap hari pukul 08.00 WITA hingga selesai. Turnamen ini terbuka bagi seluruh pegawai di lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, baik ASN (PNS dan PPPK) maupun tenaga kontrak. Adapun kategori pertandingan meliputi Ganda Putra, Ganda Putri, dan Ganda Campuran, dengan sistem pertandingan pool. Selain memperebutkan trofi Juara 1, 2, dan 3, turnamen ini juga menyediakan Piala Bergilir bagi juara umum. Panitia juga telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang demi kenyamanan peserta dan penonton, seperti area tempat duduk dan toilet umum. Dengan terselenggaranya Turnamen “Tiba-Tiba Tenis” ini, diharapkan tercipta suasana kerja yang lebih akrab, sehat, dan produktif di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Sumber: Panitia Pelaksana Turnamen Tiba-Tiba Tenis Antar Bidang Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

Read article
UPT Labkes Provinsi Sulteng Luncurkan Layanan Skrining Kesehatan Berbasis BPJS dan Resmikan Laboratorium TB BSL-2

UPT Labkes Sulteng Resmikan Layanan Pemeriksaan HPV DNA dan Laboratorium TB BSL-2 Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah melalui UPT Laboratorium Kesehatan (Labkes) meluncurkan layanan strategis seperti pemeriksaan HPV DNA dan pemeriksaan laboratorium gratis berbasis BPJS, yang ditujukan bagi peserta Prolanis dan masyarakat umum. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peresmian Laboratorium TB Biosafety Level 2 (BSL-2) satu-satunya di Sulawesi Tengah. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, Wayan Apriani, SKM., M.Epid., menyoroti pentingnya peningkatan cakupan pemeriksaan kesehatan masyarakat, yang saat ini baru mencapai 0,8 persen dari jumlah penduduk. Ia berharap dukungan dan arahan Gubernur agar upaya deteksi dini bisa diperluas ke seluruh lapisan masyarakat. Sementara itu, Wakil Gubernur sekaligus Gubernur Kesehatan Provinsi Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menegaskan komitmennya dalam mempercepat layanan laboratorium rujukan, termasuk skrining kanker serviks dan pemeriksaan gratis bagi ASN. Beliau juga mendorong peningkatan SDM tenaga medis melalui program afirmasi dokter spesialis yang didukung penuh oleh pemerintah pusat.

Read article
Penguatan Posbindu PTM: Upaya Strategis Cegah dan Kendalikan Penyakit Tidak Menular di Sulawesi Tengah

Palu, Juli 2025 – Peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, dan kanker kini menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan masyarakat. PTM tidak hanya menambah beban sistem kesehatan dan ekonomi, tetapi juga berdampak langsung terhadap meningkatnya angka kemiskinan. Data global mencatat bahwa dua dari tiga kematian setiap tahun disebabkan oleh PTM, dan sekitar 9 juta kematian terjadi pada usia di bawah 60 tahun. Ironisnya, 90% dari kematian akibat PTM terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, lebih dari 70% penderita PTM tidak menyadari kondisi kesehatannya, dan sekitar 30% tidak menjalani pengobatan secara rutin, yang mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan. Pengendalian PTM Melalui Posbindu Pengendalian PTM perlu dilakukan secara sistematis dengan pendekatan promotif dan preventif melalui pengurangan faktor risiko utama, yaitu: Kebiasaan merokok Kurangnya aktivitas fisik Pola makan tidak sehat Konsumsi alkohol Salah satu strategi yang terbukti efektif adalah dengan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) melalui pembentukan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM). Peran Strategis Posbindu PTM Posbindu PTM merupakan wadah partisipatif masyarakat dalam upaya deteksi dini dan pengendalian PTM melalui tiga pilar utama: Hingga tahun 2025, jumlah Posbindu PTM di Provinsi Sulawesi Tengah mencapai 1.831 unit. Ke depan, diharapkan seluruh kelurahan dan desa dapat menyelenggarakan kegiatan Posbindu, termasuk di fasilitas umum seperti hotel, apotek, pusat perbelanjaan, perkantoran, terminal, dan pelabuhan. 5M: Tujuan dan Manfaat Penyelenggaraan Posbindu PTM Posbindu PTM bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pendekatan 5M, yaitu: Mengintegrasikan perilaku CERDIK dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dapat menyadari dan mengendalikan faktor risiko PTM sejak dini. Kegiatan dilakukan oleh kader terlatih dan bertanggung jawab, serta dapat dipertanggungjawabkan secara medis. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan masyarakat dengan waktu yang disepakati. Diselenggarakan secara kolektif dengan biaya yang disesuaikan kemampuan masyarakat. Alur Layanan Posbindu PTM: Tahapan 5 Meja Pelaksanaan Posbindu PTM terdiri dari lima tahapan layanan: 1. Registrasi dan pencatatan ulang data sasaran. 2. Wawancara terkait riwayat kesehatan dan faktor risiko. 3. Pengukuran antropometri: tinggi badan, berat badan, lingkar perut. 4. Pemeriksaan faktor risiko PTM: tekanan darah, gula darah, kolesterol, APE, CBE, IVA, dan lain-lain sesuai kapasitas Posbindu. 5. Identifikasi, edukasi, dan tindak lanjut, termasuk rujukan ke fasilitas kesehatan. Semua hasil dicatat dan dilaporkan untuk mendukung sistem pemantauan yang tertata. Pelaksana dan Sasaran Kegiatan Kegiatan Posbindu PTM dilaksanakan oleh kader terlatih, berasal dari kelompok masyarakat, organisasi, atau tempat kerja yang berkomitmen menjalankan kegiatan Posbindu secara berkelanjutan. Sasaran utama adalah masyarakat sehat, individu dengan faktor risiko, dan penyandang PTM berusia 15 tahun ke atas. Posbindu dapat dilaksanakan di lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, sekolah, rumah ibadah, serta dapat terintegrasi dengan kegiatan komunitas seperti karang taruna dan majelis taklim. Klasifikasi Posbindu PTM Posbindu dikelompokkan menjadi dua jenis: Posbindu Dasar: Pemeriksaan faktor risiko dasar (merokok, konsumsi sayur dan buah, aktivitas fisik, alkohol, IMT, tekanan darah, lingkar perut). Posbindu Utama: Pemeriksaan lanjutan (APE, gula darah sewaktu, kolesterol, trigliserida, CBE, IVA, tes alkohol darah, tes amfetamin urin, dan potensi cedera). Kemitraan sebagai Kunci Keberhasilan Kemitraan lintas sektor sangat penting dalam penguatan Posbindu PTM. Kolaborasi dengan Forum Desa/Kelurahan Siaga, sektor swasta (seperti klinik swasta), organisasi masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci dalam mendorong perluasan dan keberlanjutan kegiatan. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah mengajak seluruh lapisan masyarakat, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait untuk bersama-sama memperkuat Posbindu PTM sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan promotif dan preventif demi mewujudkan masyarakat Sulawesi Tengah yang lebih sehat dan produktif. Penulis : Muhtadi, SKM., MH

Read article
Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng Terima Mahasiswa Magang FKM Unismuh Palu

Palu, Senin, 7 Juli 2025 – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menerima sembilan mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu untuk melaksanakan kegiatan magang selama satu bulan penuh. Kedatangan para mahasiswa ini didampingi oleh Wakil Dekan III FKM Unismuh Palu, Bapak Mohammad Andri, S.K.M., M.Kes, serta Ibu Intan Fitrah, S.K.M., M.K.M selaku pembimbing lapangan. Dalam sambutannya, Wakil Dekan III FKM Unismuh Palu menyampaikan bahwa sembilan mahasiswa tersebut berasal dari berbagai peminatan, yaitu: “Mahasiswa yang hadir terdiri dari 4 mahasiswa Reguler dan 5 mahasiswa Non Reguler. Kami berharap mereka dapat dibimbing dengan baik selama magang, serta mendapatkan arahan yang berguna untuk memperkaya pengalaman mereka di dunia kerja,” ungkapnya sekaligus menyerahkan secara resmi para mahasiswa kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Sementara itu, dalam sambutan penerimaan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Ibu Wayan Apriani, S.K.M., M.Epid, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan FKM Unismuh Palu. Ia juga memberikan arahan dan motivasi kepada para mahasiswa. “Akan banyak hal yang kalian temui di dunia kerja, baik yang positif maupun negatif. Namun, yang perlu kalian ambil adalah hal-hal yang positif untuk perkembangan diri,” pesannya sembari secara resmi menerima para mahasiswa magang. Selaku penanggung jawab kegiatan magang, Bapak Amsal, S.Ag., S.K.M., Subkoordinator Perencanaan dan Program, juga memberikan penjelasan mengenai tata tertib selama magang serta pembagian penempatan bidang bagi para mahasiswa. Adapun penempatan tersebut adalah sebagai berikut: “Diharapkan melalui program magang ini, para mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis yang berharga, mengembangkan keterampilan, serta memberikan kontribusi positif bagi Dinas Kesehatan. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang didapatkan di bangku perkuliahan ke dalam dunia kerja,” tutupnya. Sumber: Mahasiswa Magang FKM Universitas Muhammadiyah PaluEditor: Hamdi, SKM., M. Kes  “Humas Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah “

Read article