Palu — Perhimpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (PERMAKEM) Universitas Tadulako sukses menyelenggarakan Kompetisi Cerdas Tangkas Kesehatan (KESAT) 2026 yang berlangsung di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Mewujudkan Mahasiswa Kesehatan yang Unggul, Kritis, dan Kompetitif melalui Penguatan Literasi dan Kompetensi dalam Kompetisi Cerdas Tangkas Tahun 2026” tersebut menjadi wadah pengembangan kemampuan akademik mahasiswa kesehatan dalam berpikir cepat, kritis, dan analitis terhadap berbagai isu kesehatan.
Ketua Panitia, Moh. Renly S., menyampaikan bahwa KESAT 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat literasi dan kompetensi mahasiswa kesehatan lintas perguruan tinggi di Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Koordinator Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, Nurhaya S. Patui, S.KM., M.Ph., serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, Dr. Moh Jusman Rau, S.KM., M.Kes.
Peserta yang mengikuti kompetisi berasal dari berbagai perguruan tinggi dan program studi kesehatan di Kota Palu, di antaranya Universitas Tadulako Program Studi Kesehatan Masyarakat dan Program Studi Kedokteran, STIKes Bala Keselamatan Palu Program Studi Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palu Program Studi Keperawatan, serta Universitas Muhammadiyah Palu Program Studi Kesehatan Masyarakat.

Sebanyak 21 tim peserta terbagi dalam tujuh grup babak penyisihan, yakni MedIQ Squad, Pulse Peace, Trigonum Koch, Healix, Praventus, Norepinefrin, Florence Nightingale, Palpitasi, Code Blue, Apex Health, Cardio Pulse, Costae, Vitality, Hippocampus, Neuro Inteligen, GERMAS, Compos Mentis, Adrenal Health, Winslow, Anoksia, dan Epinephrine.

Dalam pelaksanaannya, peserta diuji melalui berbagai materi yang mencakup kesehatan masyarakat, epidemiologi, gizi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pelayanan kesehatan, penelitian kesehatan, hingga pengetahuan umum.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah turut berpartisipasi sebagai dewan juri dalam kegiatan tersebut melalui penugasan resmi kepada Hamdi, Fitriani, SKM., dan Fadlia, SKM. Ketiganya bertugas melakukan penilaian secara objektif dan profesional selama jalannya perlombaan.
Salah satu dewan juri dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Hamdi, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme dan kemampuan peserta dalam mengikuti kompetisi.
“Kegiatan ini menjadi ruang positif bagi mahasiswa kesehatan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, meningkatkan literasi kesehatan, serta membangun semangat kompetitif yang sehat di kalangan generasi muda kesehatan,” ujarnya.
Suasana kompetisi berlangsung dinamis dan kompetitif sejak babak penyisihan dimulai. Para peserta menunjukkan kemampuan akademik yang baik dalam menjawab berbagai pertanyaan secara cepat dan tepat sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Berdasarkan hasil babak penyisihan, tujuh tim berhasil melaju ke babak semifinal dengan perolehan nilai terbaik dari masing-masing grup. Tim Norepinefrin mencatatkan nilai tertinggi sementara dengan skor 2.000 poin, disusul Palpitasi dengan 1.700 poin. Sementara itu, MedIQ Squad dan Winslow masing-masing memperoleh nilai 1.500 poin, Cardio Pulse 1.400 poin, serta Hippocampus dan Compos Mentis dengan nilai 1.300 poin.
Seluruh tim yang lolos akan kembali bertanding pada babak semifinal dan grand final guna memperebutkan posisi terbaik pada ajang KESAT 2026.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi tenaga kesehatan yang unggul, adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan kesehatan di Sulawesi Tengah maupun Indonesia.
Humas Dinkes Sulteng






