Palu — Rangkaian kegiatan Kompetisi Cerdas Tangkas Kesehatan (KESAT) 2026 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (PERMAKEM) Universitas Tadulako resmi berakhir pada Minggu (17/5/2026) di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Setiabudi, Kota Palu.
Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi kesehatan di Kota Palu tersebut berlangsung kompetitif sejak babak penyisihan hingga grand final. Kompetisi ini menjadi wadah pengembangan kemampuan akademik, literasi kesehatan, serta kemampuan berpikir cepat dan kritis bagi mahasiswa bidang kesehatan.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah turut berpartisipasi sebagai dewan juri atau tim validasi dalam kegiatan tersebut melalui Hamdi, Fitriani, SKM., dan Fadlia, SKM., yang bertugas melakukan validasi dan penilaian selama perlombaan berlangsung.
Pada hari kedua pelaksanaan, kompetisi memasuki babak semifinal yang dibagi dalam tiga sesi pertandingan.
Sesi pertama mempertemukan tim MedIQ Squad dari Universitas Tadulako Program Studi Kesehatan Masyarakat, Palpitasi dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu Program Studi Keperawatan, dan Cardio Pulse dari STIKes Bala Keselamatan Palu Program Studi Keperawatan. Pada sesi ini, tim Palpitasi berhasil keluar sebagai pemenang dengan total nilai 1.500 poin, sedangkan Cardio Pulse menjadi runner up dengan perolehan 1.250 poin.
Sementara itu, sesi kedua mempertemukan tim Hippocampus dari Universitas Tadulako Program Studi Kedokteran, Compos Mentis dari Universitas Tadulako Program Studi Kesehatan Masyarakat, dan Winslow dari Universitas Muhammadiyah Palu Program Studi Kesehatan Masyarakat. Tim Winslow berhasil memenangkan sesi tersebut dengan total 1.250 poin dan Compos Mentis sebagai runner up dengan nilai 1.100 poin.
Pada sesi ketiga, tim Norepinefrin dari Universitas Tadulako Program Studi Kedokteran yang sebelumnya memperoleh nilai tertinggi pada babak penyisihan dengan skor 2.000 poin, bertanding melawan para runner up semifinal. Tim Norepinefrin kembali menunjukkan performa terbaik dan berhasil memenangkan sesi dengan total nilai 2.000 poin.

Hasil tersebut mengantarkan tiga tim terbaik, yakni Palpitasi, Winslow, dan Norepinefrin, melaju ke babak grand final KESAT 2026.
Pada babak grand final yang berlangsung penuh antusias dan persaingan ketat, tim Norepinefrin berhasil meraih Juara I dengan total nilai 1.400 poin. Posisi Juara II diraih oleh tim Palpitasi dengan nilai 1.200 poin, sedangkan tim Winslow menempati Juara III dengan total 950 poin.

Selain memperoleh sertifikat penghargaan, para pemenang juga menerima hadiah berupa uang tunai dan sejumlah hadiah lainnya dari panitia pelaksana.
Sebagai bentuk apresiasi, dewan juri atau tim validasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah turut menerima sertifikat penghargaan dan cendera mata berupa piagam kenang-kenangan dari Perhimpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako atas partisipasi dan kontribusinya dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara panitia, dewan juri, dan seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan serta semangat kolaborasi dalam membangun generasi kesehatan yang unggul, kritis, dan kompetitif.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana pengembangan kapasitas mahasiswa kesehatan sekaligus memperkuat semangat akademik, sportivitas, dan kolaborasi antarmahasiswa kesehatan di Sulawesi Tengah,” ujar salah satu dewan juri dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Hamdi.
Penulis Hamdi






