Pelayanan Kesehatan Bergerak, Strategi Memperkuat Pemerataan Layanan Kesehatan hingga Wilayah Terpencil Sulawesi Tengah

Poso – Mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil dan merata hingga ke wilayah terpencil dan sangat terpencil merupakan salah satu tantangan pembangunan kesehatan di Provinsi Sulawesi Tengah. Kondisi geografis yang beragam, mulai dari pegunungan, kawasan hutan, hingga wilayah dengan akses transportasi yang terbatas, menuntut adanya strategi pelayanan yang mampu menjangkau masyarakat secara langsung. Salah satu pendekatan yang terus diperkuat adalah Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, berkualitas, dan berkesinambungan.

Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus dalam Pertemuan Pembinaan dan Penguatan Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) pada Puskesmas Daerah Terpencil dan Sangat Terpencil Kabupaten Poso Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Poso. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Poso, Elvasanti Tialen, SKM., MM, serta menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkuat pemahaman sekaligus menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan PKB.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan koordinasi, kapasitas pelaksana, dan mutu pelayanan kesehatan bergerak di Kabupaten Poso. Wilayah ini memiliki karakteristik geografis yang luas dengan sejumlah puskesmas berada pada kategori terpencil maupun sangat terpencil sehingga membutuhkan pola pelayanan yang adaptif terhadap kondisi lapangan.

Menjawab Tantangan Akses Pelayanan Kesehatan

Dalam paparannya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Fatma A. Deu, SKM., M.Si., menjelaskan bahwa Pelayanan Kesehatan Bergerak merupakan salah satu strategi nasional untuk memperluas akses pelayanan kesehatan pada daerah dengan hambatan geografis, termasuk kawasan terpencil, perbatasan, kepulauan, kawasan hutan, maupun komunitas adat terpencil.

Ia menyampaikan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan arah pembangunan kesehatan nasional yang menargetkan semakin banyak kabupaten/kota mampu menerapkan pendekatan khusus dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat yang berada di wilayah sulit dijangkau. Selain Pelayanan Kesehatan Bergerak, pendekatan lain yang dikembangkan meliputi pelayanan kesehatan gugus pulau, telemedicine, flying healthcare, hingga rumah sakit kapal sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, implementasi PKB terus diperkuat melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bidang Kesehatan. Kabupaten Poso sendiri menjadi salah satu lokus pelaksanaan PKB Tahun 2026 dengan melibatkan puskesmas kategori terpencil dan sangat terpencil sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer. Data yang dipaparkan menunjukkan Kabupaten Poso memiliki 12 puskesmas dengan kategori terpencil dan sangat terpencil yang menjadi prioritas penguatan pelayanan kesehatan bergerak.

Pelayanan Kesehatan Bergerak Lebih dari Sekadar Puskesmas Keliling

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Misnawati, S.ST., M.Kes., menjelaskan bahwa Pelayanan Kesehatan Bergerak merupakan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak (TPKB) untuk meningkatkan akses dan ketersediaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil dan sangat terpencil.

Menurutnya, konsep PKB berbeda dengan pelayanan puskesmas keliling. PKB dilaksanakan secara terencana dengan melibatkan tenaga kesehatan lintas profesi, dukungan pemerintah daerah, lintas sektor, hingga jejaring fasilitas pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan wilayah. Pelayanan yang diberikan tidak hanya mencakup pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga pelayanan kegawatdaruratan, pelayanan spesialistik, rujukan medis, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, PKB melibatkan dokter, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, tenaga kesehatan lingkungan, nutrisionis, tenaga promosi kesehatan, serta tenaga penunjang lainnya. Pada kondisi tertentu, pelayanan juga dapat diperkuat dengan keterlibatan dokter spesialis sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran.

Perencanaan Menjadi Kunci Keberhasilan

Materi pembinaan juga menekankan bahwa keberhasilan Pelayanan Kesehatan Bergerak tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pelayanan di lapangan, tetapi dimulai dari proses analisis situasi, pemetaan wilayah, perencanaan kebutuhan, pembentukan tim, koordinasi lintas sektor, hingga penyediaan sarana, prasarana, logistik, dan dukungan transportasi.

Selain itu, pemerintah daerah didorong melakukan sosialisasi dan advokasi kepada berbagai pemangku kepentingan agar pelaksanaan PKB memperoleh dukungan pembiayaan, keamanan, maupun penyediaan fasilitas pendukung sesuai kondisi wilayah masing-masing. Setelah kegiatan dilaksanakan, seluruh hasil pelayanan harus terdokumentasi dengan baik sebagai bagian dari rekam medis serta menjadi dasar evaluasi dan tindak lanjut pelayanan kesehatan berikutnya.

Komitmen Bersama Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Merata

Pelayanan Kesehatan Bergerak merupakan bagian dari transformasi pelayanan kesehatan primer yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan. Oleh karena itu, keberhasilan implementasinya memerlukan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, hingga lintas sektor terkait.

Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan seluruh puskesmas, khususnya yang berada pada kawasan terpencil dan sangat terpencil di Kabupaten Poso, memiliki pemahaman yang sama dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi Pelayanan Kesehatan Bergerak secara efektif.

Dengan penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan lintas sektor yang berkelanjutan, Pelayanan Kesehatan Bergerak diharapkan mampu mempersempit kesenjangan akses pelayanan kesehatan dan menghadirkan layanan yang lebih dekat, berkualitas, serta merata bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan tantangan geografis paling tinggi di Sulawesi Tengah.

Sumber : Seksi Pelayanan Kesehatan Primer