72 Dokter Peserta PIDI Angkatan III Ikuti Pembekalan di Lima Kabupaten

PALU – Sebanyak 72 dokter umum peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan III Periode September 2026 di Provinsi Sulawesi Tengah mengikuti pembekalan secara daring selama dua hari melalui platform Zoom, mulai Senin (14/9/2026).

Pembekalan tersebut menjadi tahap awal sebelum peserta melaksanakan program internsip pada lima wahana penempatan di Sulawesi Tengah, yakni Kabupaten Donggala, Sigi, Banggai Kepulauan, Morowali, dan Poso. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai kebijakan, mekanisme, serta pelaksanaan program internsip sebelum menjalankan tugas di wahana masing-masing.

Dari 72 peserta, sebanyak 16 dokter ditempatkan di Kabupaten Donggala, 12 dokter di Kabupaten Sigi, 12 dokter di Kabupaten Banggai Kepulauan, 16 dokter di Kabupaten Morowali, dan 16 dokter di Kabupaten Poso.

Rangkaian pembekalan diawali dengan presensi peserta dan pendamping PIDI, kemudian dilanjutkan dengan pretest dan pembukaan. Acara pembukaan meliputi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Kepala Bidang Farmalkes dan SDMK, Dr. Irmawati Sahi, SE., M.Sc.

Selanjutnya, sambutan KIKI Pusat disampaikan oleh dr. Prasetyo Widhi Buwono, Sp.PD, KHOM. Peserta kemudian mendapatkan materi dari KIKI Provinsi mengenai Kebijakan Program Kesehatan di Provinsi serta Peran KIKI Provinsi dalam Pelaksanaan Program Internsip Dokter dan Dokter Gigi Indonesia, yang disampaikan oleh dr. Moh. Ikbal.

Materi berikutnya membahas Kebijakan dan Implementasi PIDI Nasional yang disampaikan oleh KIKI Pusat. Materi tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada peserta mengenai arah dan pelaksanaan program internsip secara nasional.

Melalui pembekalan ini, para peserta dipersiapkan untuk menjalankan program internsip secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab. Peserta juga diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan ke dalam praktik pelayanan kesehatan secara langsung.

Menyiapkan Dokter Muda, Menguatkan Pengabdian

Program internsip merupakan bagian penting dalam proses transisi dokter dari tahap pendidikan menuju praktik pelayanan kesehatan. Melalui internsip, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai kondisi pelayanan sekaligus memahami kebutuhan kesehatan masyarakat di lapangan.

Keberhasilan program internsip tidak hanya diukur dari terlaksananya seluruh tahapan kegiatan, tetapi juga dari kemampuan peserta dalam mengembangkan kompetensi, profesionalisme, komunikasi, kolaborasi, dan integritas selama memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dari pembekalan menuju pengabdian, dari kompetensi menuju profesionalisme. Para peserta diharapkan mampu menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi keselamatan pasien, menjaga etika profesi, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Provinsi Sulawesi Tengah.

(Tim Media Farmalkes)