Bidang Kesehatan Masyarakat

Sinergi Pentahelix Diperkuat, Dinas Kesehatan Dorong Pembudayaan GERMAS di Sulawesi Tengah

Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor untuk membudayakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Workshop Kemitraan Pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan media. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Jazz Palu pada Selasa (28/10/2025) ini menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi, membangun komitmen, dan merumuskan langkah kolaboratif dalam mendorong perilaku hidup sehat di masyarakat.

Read article
Dinkes Sulteng Gelar Pembinaan Tenaga Sanitasi Lingkungan di Kabupaten Tojo Unauna

Dalam upaya memperkuat ketahanan sektor kesehatan terhadap dampak perubahan iklim, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah melalui Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga menggelar kegiatan pembinaan Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) di Kabupaten Tojo Unauna pada 15–16 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Desa Sehat Iklim (DESI) sebagai bagian dari Program Adaptasi Perubahan Iklim dan Kebencanaan Lingkungan (API-KL).

Read article
Perkuat Penurunan AKI dan AKB, Dinkes Sulteng Gelar Orientasi Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal bagi Puskesmas PONED

“Kegiatan orientasi ini sangat penting untuk memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kasus kegawatdaruratan ibu dan bayi. Puskesmas PONED harus menjadi garda terdepan dalam pelayanan obstetri dan neonatal emergensi,” — Wayan Apriani, SKM., M.Epid., Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.

Read article
Verifikasi STBM Award Tahun 2025: Kabupaten Poso Tunjukkan Komitmen Kuat dalam Sanitasi Berbasis Masyarakat
Verifikasi STBM Award Tahun 2025: Kabupaten Poso Tunjukkan Komitmen Kuat dalam Sanitasi Berbasis Masyarakat

Poso, 25 Juni 2025 – Dalam rangka pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Tahun 2025, Tim Verifikator Pusat dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia (YPCII) melaksanakan kunjungan verifikasi lapangan ke Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada tanggal 23–25 Juni 2025. Tim verifikator pusat yang hadir yakni, Bayu Erlangga dari Bappenas dan Kuwat Karyadi dari YPCII Verifikasi ini merupakan bagian dari proses seleksi nasional untuk menjaring kabupaten/kota yang menunjukkan kinerja unggul dalam implementasi 5 pilar STBM. Kegiatan didampingi oleh Tim STBM Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Poso, serta lintas sektor terkait. Tujuan dan Lokasi Verifikasi Kegiatan ini bertujuan menilai langsung capaian pelaksanaan lima pilar STBM, mengidentifikasi inovasi daerah pada tiga komponen utama (enabling environment, supply, dan tantangan), serta meninjau komitmen pemerintah daerah terhadap keberlanjutan sanitasi berbasis masyarakat. Verifikasi lapangan berlangsung pada 24 Juni 2025, dengan lokasi kunjungan meliputi: Peserta Kegiatan Rangkaian Kegiatan Verifikasi Kegiatan diawali dengan pertemuan koordinasi di Aula Kantor Bupati Poso yang dipimpin langsung oleh Bupati Poso. Selanjutnya, dilakukan kunjungan ke lokasi-lokasi representatif, observasi langsung fasilitas sanitasi dan perilaku masyarakat, wawancara dengan OPD terkait, serta verifikasi dokumen capaian dan inovasi daerah dalam program STBM. Hasil Verifikasi Lapangan Kesimpulan:Kabupaten Poso menunjukkan komitmen tinggi dan pencapaian signifikan dalam penerapan 5 pilar STBM. Partisipasi masyarakat sangat aktif, didukung oleh sinergi lintas sektor yang solid. Kabupaten ini layak masuk dalam nominasi penerima STBM Award Tahun 2025. Rekomendasi: Penutup Kegiatan verifikasi ini tidak hanya menjadi proses evaluasi, tetapi juga bentuk pembinaan dan dokumentasi praktik baik yang dapat direplikasi. Diharapkan Kabupaten Poso menjadi model dan inspirasi bagi kabupaten/kota lain dalam upaya mewujudkan sanitasi total yang inklusif dan berkelanjutan. TIM STBM Provinsi Sulawesi TengahDinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

Read article
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Terima Mahasiswa Magang dari Universitas Tadulako

Senin, 10 Februari 2025, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menerima empat mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako, yang akan menjalani program magang selama empat bulan ke depan. Kedatangan para mahasiswa ini didampingi oleh Ibu Dyah Fitria Kartika Sari, S.I.Kom., M.I.Kom, selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Acara penerimaan mahasiswa magang berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Para mahasiswa bersama Dosen Pendamping Akademik diterima langsung oleh Moh. Nawir Dj. Lampa, SKM, yang menjabat sebagai Administrator Kesehatan Madya. Dalam kesempatan ini, beliau juga bertindak sebagai penanggung jawab sekaligus mentor bagi para mahasiswa selama menjalani magang. Dalam sambutannya, Moh. Nawir, memberikan penjelasan terkait peraturan-peraturan yang harus ditaati selama magang, serta pembagian bidang tempat magang yang akan berlangsung selama empat bulan. Para mahasiswa akan ditempatkan di dua bidang berbeda. Nuri Alviani (B50122008) dan Syahrini Putalan (B50122007) akan menjalani magang di Bidang Kesehatan Masyarakat, tepatnya di Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Sementara itu, Yazid Kurniawan (B50122024) dan Fanika (B50122056) akan ditempatkan di Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Seksi Penyakit Tidak Menular. Di Bidang Kesehatan Masyarakat, Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, mahasiswa diterima oleh tim yang akan menjadi pembimbing mereka selama magang. Sedangkan di Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Seksi Penyakit Tidak Menular, mahasiswa diterima oleh kepala bidang terkait. Diharapkan melalui program magang MBKM Mandiri ini, para mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis yang berharga, mengembangkan keterampilan, serta memberikan kontribusi positif bagi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Program ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku perkuliahan ke dalam praktik kerja nyata. Sumber : Mahasiswa Magang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako Humas Dinkes Prov Sulteng

Read article
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Upaya Nasional Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Sulawesi Tengah Belum Masuk Tahap Awal Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif unggulan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dengan anggaran sebesar Rp71 triliun dari APBN 2024, program ini ditargetkan menjangkau 19,47 juta anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Pelaksanaan program dimulai pada 6 Januari 2025 di 190 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia. Namun, berdasarkan konfirmasi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Fransisca D. Rasubala, SKM., MAP, wilayah Sulawesi Tengah belum menjadi bagian dari lokus awal program ini. “Sulawesi Tengah belum mendapatkan titik lokasi SPPG untuk tahap pertama. Ini terkait kesiapan infrastruktur dan sumber daya yang perlu dipenuhi,” ungkap Fransisca saat ditemui di ruang kerjanya. Alasan Sulawesi Tengah Belum Terlibat dalam Tahap Awal: Kesiapan Infrastruktur dan Sumber Daya: Pelaksanaan program membutuhkan dapur umum yang memenuhi standar, tenaga ahli gizi, serta sistem distribusi yang memadai, Beberapa daerah masih memerlukan waktu tambahan untuk mempersiapkan fasilitas sesuai petunjuk teknis (juknis) dan pelaksanaan (juklak). Tahapan Implementasi Bertahap: Pemerintah pusat menerapkan pendekatan bertahap, dimulai dari daerah yang lebih siap untuk mendukung keberhasilan awal program. Koordinasi dan Evaluasi: Perlu ada sinergi antara pemerintah daerah dan pusat untuk memastikan kesiapan dan kelancaran pelaksanaan program. Langkah-Langkah Persiapan di Sulawesi Tengah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah terus melakukan berbagai persiapan, seperti: Peningkatan Kesiapan Infrastruktur: Memastikan ketersediaan fasilitas sesuai standar program. Koordinasi dengan Pemerintah Pusat: Mengintensifkan komunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait. Sosialisasi kepada Masyarakat: Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat dan mekanisme program MBG. Keamanan Pangan Jadi Fokus Utama Selain memenuhi standar gizi, aspek keamanan pangan menjadi prioritas. Jadmoko, SKM, staf seksi Kesehatan Lingkungan, menegaskan bahwa semua makanan yang disiapkan harus sesuai pedoman Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Hal ini bertujuan mencegah kontaminasi sepanjang rantai pengolahan hingga penyajian. Standar Isi Piringku dalam Program MBG Program MBG dirancang untuk memastikan keseimbangan antara karbohidrat, protein, sayuran, dan buah, sesuai prinsip “Isi Piringku.” Sasaran program mencakup kelompok usia 4 hingga 6 tahun, anak balita, remaja hingga usia 18 tahun, serta ibu hamil dan menyusui. Bagi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), disiapkan makanan tambahan khusus. Tantangan dan Harapan Meskipun Sulawesi Tengah belum masuk tahap awal, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi menegaskan kesiapan mereka untuk menjalankan tugas pada aspek gizi dan keamanan pangan. “Tanggung jawab di bidang kesehatan sudah rampung, tinggal menunggu perintah lebih lanjut dari pemerintah pusat,” ujar Fransisca. Dengan sinergi antarinstansi dan optimalisasi sumber daya, diharapkan Sulawesi Tengah dapat segera bergabung dalam program MBG. Hal ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan status gizi masyarakat serta mewujudkan generasi yang sehat dan produktif.

Read article