Palu – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menyelenggarakan Pertemuan Validasi Data Pemeriksaan Viral Load HIV Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 pada Selasa (30/6/2026) di Hotel Sentral Palu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas data program HIV sebagai dasar perencanaan, monitoring, evaluasi, dan pengambilan kebijakan menuju pencapaian target eliminasi AIDS tahun 2030.
Pertemuan tersebut diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri atas pengelola program HIV dari Dinas Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota, petugas layanan dari rumah sakit dan puskesmas, petugas laboratorium, serta perwakilan komunitas pendamping di Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Syahriar, M.Kes, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Moh Ikbal, menegaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS masih menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk mencapai target 95-95-95 sebagai bagian dari eliminasi AIDS pada tahun 2030, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).
“Berdasarkan data yang terlapor pada aplikasi SIHA 2.1 hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 3.762 Orang dengan HIV (ODHIV) telah mengetahui status HIV-nya atau sekitar 75 persen. Dari jumlah tersebut, 1.973 ODHIV (52 persen) telah mendapatkan terapi antiretroviral (ARV), sementara 757 ODHIV telah menjalani pemeriksaan Viral Load dan 727 di antaranya telah mencapai kondisi virus tersupresi,” ungkap dr. Moh Ikbal saat membacakan sambutan.

Menurutnya, keberhasilan program HIV tidak hanya ditentukan oleh kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga sangat bergantung pada tersedianya data yang akurat, lengkap, valid, dan tepat waktu. Data yang berkualitas menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan, pemetaan capaian program, hingga penyusunan strategi intervensi yang lebih efektif.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan validasi data Viral Load bertujuan memastikan kesesuaian data capaian pemeriksaan Viral Load yang telah diinput dalam aplikasi SIHA 2.1, melakukan finalisasi data kunjungan pasien, mengevaluasi pencapaian indikator program, meningkatkan kapasitas petugas dalam pengelolaan dan analisis data, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih ditemukan dalam proses pencatatan maupun pelaporan.
“Melalui kegiatan ini kita diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan data, seperti ketidaksesuaian pencatatan, duplikasi data, maupun kelengkapan hasil pemeriksaan Viral Load. Dengan data yang berkualitas, kita dapat memastikan setiap Orang dengan HIV memperoleh pemantauan pengobatan secara optimal dan berkesinambungan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr. Moh Ikbal mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi aktif selama proses validasi berlangsung dengan melakukan penelaahan data secara cermat serta memperkuat koordinasi antara fasilitas pelayanan kesehatan, laboratorium, dan pengelola program HIV di seluruh kabupaten dan kota.
“Hasil validasi ini diharapkan menjadi dasar dalam memperbaiki sistem pencatatan dan pelaporan sehingga pelaksanaan program HIV di Sulawesi Tengah dapat berjalan semakin efektif, akuntabel, dan mampu mendukung pencapaian target eliminasi AIDS tahun 2030,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi yang meliputi evaluasi capaian pemeriksaan Viral Load, pemaparan situasi terkini HIV di Sulawesi Tengah, berbagi pengalaman pelaksanaan layanan Viral Load dari beberapa kabupaten/kota, tata cara penarikan dan analisis data, validasi data pemeriksaan Viral Load, hingga finalisasi data kunjungan pasien.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem informasi kesehatan yang berkualitas sebagai salah satu pilar utama dalam meningkatkan mutu pelayanan HIV, mempercepat pengendalian epidemi, serta mewujudkan masyarakat Sulawesi Tengah yang lebih sehat.
Sumber Berita : Pengelola Program P2P “ Abdul Haris Pontoh, SKM






