Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Buka Evaluasi AMP-SR, Perkuat Komitmen Turunkan Kematian Ibu dan Bayi melalui Program BERANI Sehat

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat komitmennya dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pertemuan Evaluasi Penurunan Kematian Ibu (Perdarahan Postpartum dan Penanganan Eklampsia) serta Kematian Bayi (Prematuritas dan Asfiksia) melalui Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMP-SR) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.P, di Hotel Aston Palu, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah ini berlangsung selama tiga hari, mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2026. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan AMP-SR di 13 kabupaten/kota sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.P, menegaskan bahwa penurunan AKI dan AKB merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga dari kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan pelayanan yang berkualitas, cepat, dan tepat bagi ibu hamil, ibu bersalin, serta bayi baru lahir.

Beliau menyampaikan bahwa secara nasional target penurunan AKI pada tahun 2026 adalah 109 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan target AKB sebesar 11,63 per 1.000 kelahiran hidup. Sementara itu, berdasarkan data tahun 2025, Sulawesi Tengah masih mencatat AKI sebesar 130 per 100.000 kelahiran hidup dengan 73 kasus kematian ibu, serta AKB sebesar 10,89 per 1.000 kelahiran hidup dengan 585 kasus kematian bayi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa berbagai upaya percepatan masih harus terus diperkuat agar target pembangunan kesehatan dapat tercapai.

Wakil Gubernur juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menjadikan percepatan penurunan kematian ibu dan bayi sebagai bagian dari implementasi Program BERANI Sehat, melalui penguatan pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di puskesmas, peningkatan kapasitas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di rumah sakit, penguatan sistem rujukan, peningkatan kualitas pemeriksaan kehamilan sesuai standar, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, seluruh upaya tersebut harus didukung oleh tata kelola pelayanan kesehatan yang semakin baik melalui implementasi Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMP-SR). Pendekatan ini menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi akar penyebab setiap kasus kematian ibu dan bayi, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat sasaran dalam memperbaiki sistem pelayanan kesehatan.

“Seluruh proses AMP-SR berorientasi pada pembelajaran dan peningkatan mutu pelayanan, bukan untuk mencari kesalahan individu. Setiap hasil pengkajian harus menjadi dasar dalam menyusun kebijakan, program, dan intervensi yang spesifik, terukur, realistis, relevan, dan memiliki target waktu yang jelas,” ujar Wakil Gubernur.

Beliau juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota, rumah sakit, puskesmas, organisasi profesi, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil AMP-SR sehingga mampu mencegah terulangnya kasus-kasus kematian ibu dan bayi yang sebenarnya dapat dicegah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Syahriar, M.Kes, menjelaskan bahwa evaluasi ini merupakan bagian dari penguatan implementasi AMP-SR sesuai Pedoman Tahun 2022 sekaligus menjadi sarana evaluasi pelaksanaan empat siklus AMP-SR yang meliputi pencatatan, pelaporan, pengkajian, dan respons secara berkesinambungan.

Berdasarkan hasil analisis AMP-SR Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025, sekitar 75 persen kematian ibu terjadi di rumah sakit, dengan penyebab terbanyak adalah hipertensi dalam kehamilan, termasuk preeklamsia dan eklampsia. Sementara itu, 57 persen kematian perinatal merupakan kasus yang sebenarnya masih dapat dicegah melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Hasil pengkajian juga menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang meninggal sebenarnya telah menjalani pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC) lebih dari empat kali. Namun demikian, berbagai komplikasi yang telah terdeteksi sejak masa kehamilan belum seluruhnya mendapatkan penanganan yang optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi tidak hanya pada cakupan pelayanan, tetapi juga pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh berbagai materi strategis dari Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, RSUP dr. Kariadi Semarang, Pemerintah Kabupaten Kudus, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, organisasi profesi kesehatan, serta Tim Pengkaji AMP-SR Provinsi Sulawesi Tengah. Materi yang disampaikan mencakup kebijakan nasional, situasi kematian ibu dan bayi di Sulawesi Tengah, penguatan implementasi AMP-SR, strategi penyusunan rekomendasi yang SMART, dukungan perencanaan dan penganggaran, hingga hasil pengkajian kasus kematian ibu dan bayi.

Pertemuan ini diikuti oleh Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Kasubbag Perencanaan Dinas Kesehatan dari 13 kabupaten/kota, serta perwakilan organisasi profesi, akademisi, rumah sakit, dan lintas program maupun lintas sektor.

Melalui kegiatan ini diharapkan implementasi AMP-SR di seluruh kabupaten/kota semakin optimal sehingga mampu menghasilkan rekomendasi yang implementatif, memperkuat sistem pelayanan kesehatan ibu dan bayi, serta mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi di Sulawesi Tengah. Dengan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, akademisi, dan masyarakat, cita-cita mewujudkan generasi Sulawesi Tengah yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing melalui Program BERANI Sehat diharapkan dapat terwujud.

Sumber : Pengelola Program KIA “Santi Gosal, SKM., MAP